Senyumku adalah rumahmu
Dia tak pernah sampai pada jalannya
Dimana ribuan teka teki dan cerita mendera..
Dia tak lagi melihat dengan hatinya..
Tidak lagi..
Seperti
rumahmu lah hadirku,,,
Rumah
tempatmu selalu kembali dan pergi..
Bukankah
begitu?..
Kau
pergi dengan siapapun dimanapun maumu,,
Dan
kembali saat tak sedikitpun dunia luar ingin menerimamu…
Masihkah
kau anggap rumahmu yang hanya gubuk kecil ini hal yang berarti?..
Sudikah
kau kembali padanya? Saat rumah barumu lebih indah dan lebih teduh dari gubuk
kecil ini..
Disanalah
rumah kecil hanya terdiam hingga kau mengingatnya kembali,
meskipun hanya
sekedar nama,,
Boleh
dibilang ini adalah kisah sederhana yang cukup mendramakan cerita,,
Dia
selalu tersenyum didalam sini..
Digubuk
kecil yang penuh cerita basi,..
Seakan
aku tak pernah tau apapun..
Seakan
topeng senyum saja mampu membuatnya tak lagi khawatir..
Digubuk
kecil ini cerita dan kisah pernah ada..
Cerita
yang dianggap seluruh dunia paling indah dari sisi kanannya..
Disisi
perjuangan yang terlihat..
disisi
kiri yang berdarah-darah dengan tangis..
dengan hati yang rapuh namun selalu
jatuh kembali menyusun dan hancur lagi..
Disisi
luka yang tak lagi mampu ditampakkan,,
Kupilih
menutup telinga dan mata seakan tak pernah ku tau..
Pisau
apa lagi yang menjala diulu sembilu, sekali lagi
Lagu
bahagiapun terdengar sangat menyayat..
Kau
menyakitiku dengan kejujuran yang terselubung..
Namun
Tatapan matamu selalu membuatku jatuh cinta ribuan kali..
Meski
luka itu selalu kau tampakan juga dibalik tatapan ketulusan yang polos..
Ku
tau kau sudah banyak berkorban untuk membangun rumah kecil ini agar selalu
indah,,
Kau
tau luka itu slalu kulihat, namun ku abaikan..
Teradang
beratnya senyumku karena luka yang tak bisa ku tutupi..
Dan
saat itu aku hanya ingin kau tau tanpa perlu aku mengatakan apapun..
Aku
ingin memanimu kemanapun..
Namun
jika kau dengan pilihanmu yang lain..
Aku
akan senang jika kau jujur dan mengatakan padaku kau akan pergi..
Agar
aku tak pelu lagi khawatir dan menantikanmu kembali..
Mungkin
ketulusanku tak kan terlihat dari tulisanku ini..
tapi kuharap kau akan
membacanya suatu saat nanti dan mengerti,,
Bahagiamu
akan selalu menjadi bahagiaku…
Jangan
sakit.. jangan terluka..
Jangan
berhenti.. jangan berbalik,, jika aku tak lagi menjadi gubuk kecil yang pantas
untuk kau singgahi..
Perasaaan
memang bukanlah hal yang mudah untuk diurai.
Senyumku digubuk kecil
Kediri,25 february 2018
14:18. Gubuk Kulit.
Komentar
Posting Komentar